News

MotoGP Bisa Jadi Momen Kopi Robusta Lombok Gaet Pasar Internasional

Ajang MotoGP 2022 di Mandalika Maret mendatang diyakini dapat menjadi momen yang tepat untuk lebih mengenalkan kopi Robusta Lombok ke pasar internasional.

Melansir Kompas.com Kamis (27/01/2022), Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM), Teten Masduki memprediksi kopi Robusta Lombok bakal laris manis pada perhelatan tersebut.

“Para pengrajin kopi Robusta dan kopi jenis lainnya di Lombok perlu menyajikan dengan cara-cara yang lebih modern dan elegan selama pelaksanaan MotoGP yang akan digelar Maret 2022 mendatang,” kata Teten, seperti dikutip dari keterangan tertulis.

Selain dari cara penyajian, para pelaku usaha juga dapat memaksimalkan peluang bisnis dengan membuka kedai kopi di wilayah Lombok selama perhelatan berlangsung.

Apalagi, diperkirakan wisatawan yang datang mencapai 100.000 orang.

“Jadi nanti harus kita bisa sajikan kopi secara khusus di setiap tempat sebab yang akan datang ke MotoGP diperkirakan 100.000 orang.”

“Kalau seminggu di sini dan minum kopi dua kali sehari bisa untung. Tetapi tempat minum kopi itu harus dengan penyajian yang modern,” ucap mantan Kepala Staf Kepresidenan itu.Pelaku usaha kopi saat berada di acara diskusi bersama Asosiasi Kopi di Pendopo Bupati Lombok Barat, Rabu (26/1/2022). © Disediakan oleh Kompas.com Pelaku usaha kopi saat berada di acara diskusi bersama Asosiasi Kopi di Pendopo Bupati Lombok Barat, Rabu (26/1/2022).

Teten menyoroti pangsa pasar kopi Robusta yang sangat tinggi, baik untuk pasar domestik maupun internasional.

Ia menambahkan, kopi Robusta lebih unggul secara ekonomi dibandingkan varian lainnya.

Untuk itu, Teten berharap para petani kopi lokal bisa lebih serius menjaga produktivitas dan kualitas kopi Robusta untuk disajikan pada perhelatan internasional tersebut.

“Robusta ini lebih produktif apalagi nanti dikaitkan dengan climate change sehingga sulit memproduksi kopi Arabika yang butuh daerah dingin ketinggian di atas 1.000 kaki.”

“Karena itu saya anjurkan dari sekarang kita perkuat produksi Robusta. Di Lombok ini sangat bisa dikembangkan,” katanya.

Sementara itu, seperti dikutip Antara, Ketua Asosiasi Kopi Lombok, Doddy Adi Wibowo mengatakan siap memasarkan produk terbaiknya saat perhelatan MotoGP mendatang, khususnya untuk varian Robusta.

Menurutnya, saat ini produksi kopi Robusta mulai mengarah ke processing (pengolahan) pascapanen yang baik dan benar.

Adapun produksi kopi Robusta di Lombok saat ini mencapai tiga ribu ton panen, yang mayoritas diserap oleh pasar di Jawa dan luar negeri.

“Kami sudah mengarah ke sana (pengolahan pascapanen yang baik dan benar), tapi memang kapasitasnya masih belum maksimal,” tuturnya.

Doddy berharap, pemerintah memberi dukungan seperti penyediaan infrastruktur terpadu di kawasan perkebunan kopi, serta biaya logistik dan pupuk yang murah sehingga dapat mendorong produktivitas petani.

Dengan begitu kebutuhan, ujar dia, pasar domestik maupun internasional dapat terpenuhi.

sumber: kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: