Nature

Mengenal Barus sebagai Poros Jalur Rempah Sumatera

Mendengar kiprah Barus, Sumatera Utara, dalam Jalur Rempah tentu bukan suatu hal yang asing lagi. Selain perannya sebagai penghasil rempah yang istimewa dan menjadi buruan banyak pedagang, Barus juga dianggap sebagai titik awal peradaban Islam di Nusantara.

Peran Barus dalam perdagangan rempah Nusantara sudah tercatat sejak lama. Dalam sebuah teks kuno abad ke-7 tertulis bahwa pada abad ke-12 di Barus terdapat sebuah gereja dan biara Mesir, sedangkan pada abad ke-9, Barus didatangi oleh orang-orang Fansur (orang Timur Tengah, Persia, dan India).

Selain hal di atas, terdapat beberapa prasasti yang juga menjadi bukti bahwa tanah penghasil kemenyan ini merupakan salah satu titik perdagangan rempah pada masa lampau. Di antaranya: prasasti Tamil, Lobu Tua, dan Varuca.

Barus tercatat sebagai sebuah pelabuhan yang titiknya berubah sepanjang zaman. Sebagai bagian dalam kronik Kerajaan Batak, Barus berpindah dan dibuka oleh sekumpulan pelaut yang kapalnya terdampar. Lokasi-lokasi ini dibuka di dekat sumber daya alam, khususnya rempah-rempah, yang jauh dari Selat Malaka sehingga harga rempah di Barus menjadi tinggi.

Selanjutnya, bagaimana peranan Barus dalam Jalur Rempah sehingga disebut sebagai poros dalam simpul Jalur Rempah di Sumatera? Temukan jawabannya dalam diskusi Mengenal Barus sebagai Poros Jalur Rempah Nusantara bersama para narasumber ahli, yaitu Iriana Dewi Wanti, S.S.,M.SP (Kepala BPNB Aceh), Dr. Ketut Wiradnyana, M.Si. (Kepala Balai Arkeologi Medan), Juardi Manullang (Budayawan Barus), Uji Nugroho W., S.S.,M.A. (Akademisi Fakultas Ilmu Budaya UGM), dan Satya Pandia (Jurnalis) melalui video di bawah ini.

sumber: kompas.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: